Daftar Segera!!! -- Untuk kemudahan Transaksi Online Anda

Sabtu, 24 September 2011

Persiapan MoU BERMUTU tahap 2

MoU BERMUTU 2011 akan segerra dilakukan mulai 27 s.d. 30 September 2011
Khusus untuk BERMUTU Kelas 2 Subang akan dilaksanakan pada tanggal 28 s.d. 30 September 2011 di Hotel TRIO Bandung dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Diikuti ole KETUA atau penanda tangan di Buku Rekening Bank
  2. Profil Kelompok kerja sudah masuk di web www.mebermutu.org
  3. Menyertakan hasil TNA, bagi yang belum punya ---- DOWNLOAD FILE TNA KKG
  4. Membawa Proposal 
  5. Membawa Pas Foto ukuran 4X4 sebanyak 3 lembar
  6. Membawa Stempel Kelompok Kerja
  7. Membawa Buku Rekening Bank yang asli
  8. Membawa SK Penggurus Baru (bagi yang mengganti kepengurusan)

Kamis, 22 September 2011

Pelatihan Guru Pemandu KKG 2011

Hotel Pesona Bamboe, Lembang - Bandung
20 - 24 September 2011






Program BERMUTU 2011 khususnya bagi KKG diawali dengan Pelatihan Guru Pemandu Tahap III dan IV.



Bagi KKG Kabupaten Subang beserta Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Karawang dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 24 September 2009 bertempat di Hotel Pesona Bamboe Lembang - Bandung.

 


Di tengah cuaca yang begitu dingin, peserta melakukan aktivitas pelatihan yang dimulai pukul 08.00 s.d. pukul 21.00, bagi Peserta yang berasal dari Subang Pantura, kondis ini mungkin agak sedikit kurang nyaman, "tiris"  katanya.





Materi yang diberikan difokuskan pada kebijakan baru Pengembangan Karir Guru berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan yang akan efektif diberlakukan mulai Januari 2013.

Kamis, 21 April 2011

Proposal KKG BERMUTU Kelas 2

Dengan berakhirnya Program KKG BERMUTU kelas 1, semua KKG penerima DBL BERMUTU kelas 1 diharuskan menyampaikan Proposal KKG BERMUTU kelas 2. Pengajuan proposal ini mengisyaratkan bahwa hampir dipastikan bahwa semua penerima DBL BERMUTU kelas 1 akan menerima DBL BERMUTU kelas 2 walaupun idealnya terlebih dahulu dilakukan evaluasi dan pengkajian terhadap Laporan Pertanggungjawaban DBL BERMUTU kelas 1.

Sebagai gambaran, berikut kami sajikan Proposal KKG BERMUTU kelas 2 yang sudah kami susun, bagi rekan Pengurus KKG yang memerlukan file ini untuk sekedar referensi dan komparasi dalam rangka penyusunan Proposal DBL KKG BERMUTU kelas 2, dapat mendownloadnya berikut ini:


Kata Pengantar    DOWNLOAD DI SINI

Bab 1       DOWNLOAD DI SINI

Bab 2       DOWNLOAD DI SINI 

Bab 3       DOWNLOAD DI SINI 

Bab 3b     DOWNLOAD DI SINI 

Bab 4       DOWNLOAD DI SINI

RAB 1      DOWNLOAD DI SINI

RAB 2      DOWNLOAD DI SINI    
    Bagi anggota / peserta KKG BERMUTU Gugus 1 Pagaden Barat, hal ini sangat perlu diketahui sebagai pemahaman awal terhadap program KKG BERMUTU kelas 2 yang akan dilaksanakan jika penilaian terhadap Laporan DBL KKG BERMUTU kelas 1 dianggap bagus dan Proposal ini disetujui.

    Semoga Bermanfaat ......

    Salam BERMUTU


     

    Minggu, 10 April 2011

    Laporan-laporan-laporan

    Ketua, Sekretaris dan Bendahara KKG Gugus 1 Pagaden Barat Kab. Subang - Jawa Barat sedikit mejeng setelah kelelahan menyusun laporan.

    Laporan KKG BERMUTU 2010 yang telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2010 sampai bulan April 2011kini semua telah berakhir dengan tuntas.





    Segala kelebihan, kekurangan dan lain sebagainya menjadi sebuah catatan yang telah dikemas dan disampaikan kepada pihak berwenang.


    Kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan KKG BERMUTU di Gugus 1 Pagaden Barat, pengurus KKG menghaturkan terima kasih yang tak terhingga.

    Alhamdulillah ....................

    Selamat tinggal KKG BERMUTU 2010 ...........

    KKG BERMUTU; antara Harapan dan Tantangan

    Oleh : Toto Sugianto, S.Pd.

    KKG BERMUTU, itulah istilah yang saat ini begitu populer di kalangan guru SD di berbagai wilayah penerima DBL BERMUTU. Kepopuleran tersebut berasal dari 2 hal; pertama karena kata atau istilah BERMUTU yang dalam Bahasa Indonesia berarti juga BERKUALITAS, kedua, Program BERMUTU didanai sebesar Rp. 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah) dari bantuan Pemerintah Kerajaan Belanda.

    Yah .... begitu spektakuler.

    Sebagaimana sudah diinformasikan, ternyata BERMUTU merupakan sebuah singkatan dari program ini yang secara resmi menggunakan Bahasa Inggris yaiutu Better Education trough Reformed Management and Universal Teacher Upgrading.
    Universal Teacher Upgrading, atau dalam Bahasa Indonesia Peningkatan Kemampuan Guru secara Menyeluruh itulah akhir dari singkatan BERMUTU yang khusus ditujukan bagi guru. Terkesan hal itu terlalu berat, tapi itulah harapan yang sebenarnya didambakan oleh banyak pihak.
    Kalau dibahasakan dan diuraikan secara sederhana program KKG BERMUTU bertujuan meningkatkan profesionalisme guru yang melingkupi:
    1. Peningkatan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab profesi guru.
    2. Peningkatan wawasan dan penguasaan terhadap segala bentuk perkembangan iptek terkait dengan pendidikan dan pembelajaran.
    3. Peningkatan daya kritis terhadap persoalan seputar profesi dengan kajian positif mengarah pada solusi.
    4. Peningkatan keampuan khusus terhadap penguasaan implementasi dan pengembangan kurikulum sekolah (KTSP)
    5. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan operasi komputer dan internet khususnya terkait dengan kebutuhan dan daya duung tugas profesi.
    6. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan dan pemahaman terhadap kondisi psikososial peserta didik.
    7. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan keterampilan pembelajaran baik reguler, enrichment maupun remidial.
    8. Peningkatan kemampuan khusus terhadap penguasaan keterampilan melakukan kajian pembelajaran shingga menemukan persoalan krusial yang dianggap perlu untuk diperbaiki.
    9. Peningkatan kemampuan khusus terhadap perencanaan dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
    10. Peningkatan kemampuan khusus terhadap keterampilan melakukan dan melaporkan tindakan perbaikan pembelajaran yang kemudian diistilahkan dengan populer sebagai Penelitian tindakan Kelas (PTK)
    Paling tidak itulah yang diharapkan tercapai selama program KKG BERMUTU tahap 1, terasa begitu berat.

    Kenyataan yang sekaligus menjadi sebuah tantangan yang terjadi selama penyelenggaraan KKG BERMUTU tahap 1 di Gugus 1 Pagaden Barat Kab. Subang adalah:
    1. Kemampuan personal pengurus dalam memanage KKG BERMUTU masih lemah dalam beberapa aspek seperti kemampuan komputer, kemampuan pesentasi, kemampuan perencanaan dan pengendalian kegiatan.
    2. KKG belum memiliki sarana Lptop dan slide proyektor unuk kepentingaan sekretarian dan presentasi kegiatan. 
    3. Tingkat partisipasi kehadiran, peran aktif dalam pertemuan dan pemenuhan tagihan tugas terstruktur dari guru peserta masih sangat rendah.
    4. Sikap guru peserta yang apriori, bahkan beberapa oran yang bersikap negatif.
    5. Ada beberapa Kepala Sekolah dan Pengawas TK/SD seolah tidak peduli dengan tinkat partisipasi guru peserta yang sangat rendah.
    6. Ketersediaan Narasumber yang sangat terbatas yang bisa hadir memberikan materi dalam kegiatan.
    7. Ada beberapa narasumber yang dalam kenyataannya sangat tidak kredibel, terbukti dengan ketika menyampaikan materi sangat jauh dari skenario BBM yang sudah distandarkan dalam BERMUTU.
    8. Tidak pernah satu kalipun ada monitoring dari pihak manapun terhadap kelompok kami.
    9. Pengurus KKG yang mengawal program ini selalu dikambinghitamkan ketika terjadi persoalan bentroknya beberapa kegiatan dengan agenda UPTD Pendidikan.
    10. Kegiatan KKG BERMUTU terkesan hanya milik Pengurus KKG.
     Akan tetapi beban itu mungkin bisa sedikit dringankan apabila:
    1. Program KKG BERMUTU berjalan pada waktu yang sesuai dengaan disain konsep awal. Kenyataannya, program ini datang terlambat dan berakhir harus terburu-buru.
    2. Sistem kerja sama instansi terkait dengan KKG dari LPMP, Dinas pendidikan Kab/Kota, UPTD Pendidikan dan pihak lain yang terkait memberikan ruang yang leluasa bagi pelaksana di kelompok kerja untuk melaksanakan program ini dengan baik dan terorganisir sehingga tidak terkesan bahwa program KKG hanya milik instansi tertentu. Kenyataannya, satu contoh kecil ketika Guru Pemandu harus mengikuti Diklat selama 10 hari, pihak UPTD Pendidikan Kecamatan tidak mendapat konfirmasi sedangkan harus memberikan dispensasi kerja terhadap guru yang bersangkutan.
    3. Sistem kerja sama instansi terkait dengan KKG dari LPMP, Dinas pendidikan Kab/Kota, UPTD Pendidikan dan pihak lain yang terkait memberikan ruang yang leluasa bagi pelaksana di kelompok kerja untuk melaksanakan program ini dengan baik. Kenyataannya, keseriusan pengurus beresiko dengan image negatif sebagai guru yang paling sering meninggalkan kelas.
    4. Adanya peraturan khusus tertulis atau paling tidak membangun komitmen profesi di tingkat gugus sekoah yang domando dan dikawal para pengawas TK/SD bahwa partisipasi dalam kegiatan KKG bagi Guru Peserta adalah sama denga melaksanakan tugas mengajar (tugas utama) selama program ini berjalan, jika tidak berarti guru yang bersangkutan sama dengan tidak melaksanakan tugas.
    5. Para kepala sekolah mengawal program ini dalam bentuk mengawasi dan mengendalikan partisipasi guru dalam hal kehadiran, peran aktif pembelajaran, pelaksanaan tugas terstruktur sampai pada implementasi hasil di sekolah masing-masing.
    6. Para guru memiliki kesadaran untuk secara bersama-sama memangun kelompok kerja secara positif.
    Sehingga program KKG BERMUTU dirasa sebagai milik bersama semua unsur terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang harus deselenggarakan dengan tanggung jawab bersama untuk kepentingan pencapaian tujuan bersama yang hasilnya akan dirasakan bersama.

    Semoga ....................

    Jumat, 08 April 2011

    Contoh Laporan KKG BERMUTU

    Program BERMUTU khusunya bagi KKG telah berakhir, berdasarkan Surat Edaran LPMP Jawa Barat No. 2071/J.29/LL/2011 tanggal 14 Maret 2011 disampaikan bahwa Laporan KKG BERMUTU harus sudah masuk ke LPMP Jawa Barat paling lambat tanggal 8 April 2011 karena dikejar target harus segera diproses untuk program BERMUTU tahap selanjutnya.

    Laporan KKG BERMUTU dibuat dengan sistematika berikut ini, bagi rekan yang memerlukan informasi lengkap, file laporan bisa langsung didownload .

    Bab    I : Pendahuluan     . DOWNLOAD di SINI .

    Bab   II : Pelaksanaan Program     . DOWNLOAD di SINI .

    Bab  III : Pelaksanaan Kegiatan     . DOWNLOAD di SINI .
                   A. Hasil Pelaksanaan Kegiatan
                   B. Pertanggungjawaban Dana

    Bab  IV : Rangkuman Hasil Evaluasi Mandiri     . DOWNLOAD di SINI .

    Bab   V : Kesimpulan dan Rekomendasi     . DOWNLOAD di SINI .


    Lampiran-lampiran:

    1. Hasil Evaluasi Mandiri oleh Sekolah     . DOWNLOAD di SINI .
        - Contoh Format Kosong      . DOWNLOAD di SINI .

    2. Hasil Evaluasi Mandiri oleh Anggota     . DOWNLOAD di SINI .
        - Contoh Format Kosong      . DOWNLOAD di SINI .

    3. Dokumen Hasil per Kegiatan
        - Jurnal Belajar 16 pertemuan; oleh Pengurus KKG     DOWNLOAD di SINI .

    4. Dokumen Keuangan (Buku Kas dan Bukti Fisik Pengeluaran Uang)


    Semoga bermanfaat.

    Catatan Akhir KKG BERMUTU

    Program bermutu khusunya KKG telah berakhir, berdasarkan Surat Edaran LPMP Jawa Barat No. 2071/J.29/LL/2011 tanggal 14 Maret 2011 disampaikan bahwa Laporan KKG BERMUTU harus sudah masuk ke LPMP Jawa Barat paling lambat tanggal 8 April 2011 karena dikejar target harus segera diproses untuk program BERMUTU tahap selanjutnya.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Pengurus KKG Gugus 1 Pagaden Barat memberikan beberapa catatan Kesimpulan dan Rekomendasi.

    Kesimpulan
    1. Dana bantuan langsung (DBL) Program BERMUTU dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan KKG sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi guru.
    2. Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Program BERMUTU bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan professional guru khususnya dalam hal kemampuan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
    3. Para Guru peserta banyak yang masih kesulitan dalam memahami hakikat dan teknis pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), hal ini terbukti dari hasil PTK yang dilaporkan masih menunjukkan belum mengenanya tujuan program secara utuh.
    4. Guru peserta berada dalam kondisi yang masih sangat jauh terhadap kesadaran dan penguasaan teknologi komputer dan internet, padahal hal tersebut sangat banyak membantu dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari dan pengembangan profesi.
    5. Partisipasi kehadiran peserta yang mencapai 97 % merupakan sebuah kebanggan bagi semua pihak, namun, pengurus mencatat bahwa keterlibatan secara aktif dalam proses pembelajaran dan penyelesaian Tugas Mandiri masih sangat rendah.
    6. Pengurus KKG sangat kesulitan dalam memfasilitasi peserta demi tercapainya tujuan pembelajaran dalam materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena keterbatasan sarana komputer / laptop yang ada, padahal program ini menuntut bahwa guru mutlak menguasai keterampilan komputer.
    7. Dana bantuan langsung (DBL) Program BERMUTU terlalu difokuskan terhadap pembiayaan kegiatan, sehingga tidak teralokasikan dana untuk transport dan konsumsi peserta.

    Rekomendasi
    1. Dalam upaya Peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru di masa yang akan datang, dari kesimpulan di atas dapat direkomendasikan bebarapa saran atau masukan sebagai berikut :
    2. Program BERMUTU diharapkan menjadi stimulan bagi keberlangsungan program KKG reguler, untuk menjaga hal tersebut tetap berjalan, peran Kepala Sekolah, Pengawas, Kepala UPTD Pendidikan sangat dominan dalam membantu mengawal terlaksananya kegiatan KKG reguler.
    3. Agar fungsi KKG tetap dan lebih meningkat sebagai wadah komunikasi dan pembinaan profesi guru, program KKG regular hendaknya lebih diintensifkan pada fokus kegiatan yang bersifat peningkatan profesi guru.
    4. Sebagai tindak lanjut dari program ini, pemantapan kemampuan dan penguasaan PTK dan Komputer perlu terus dilakukan, terlepas apakah KKG masih mendapat bantuan DBL BERMUTU atau tidak. Terutama kalau tidak, ini menjadi tanggung jawab KKG secara mutlak termasuk dalam penyediaan anggarannya.
    5. Partisipasi aktif guru peserta dalam pembelajaran dan penyelesaian tugas terstruktur perlu diimbangi dengan sistem yang mengharuskan guru mutlak menyelesaikan tugas terstruktur, agar KKG BERMUTU tidak sekedar dijadikan ajang bercengkrama dengan sesama guru lain yang jarang bertemu sehubungan berada dalam satu tempat dan bebas tugas mengajar. Keseriusan peran Kepala Sekolah dan Pengawas sangat dominan.
    6. Pihak LPMP agar mensosialisasikan Program Dana Bantuan Langsung (DBL) BERMUTU ini pada awal tahun anggaran kepada pemerintah kabupaten, agar pemerintah kabupaten mengalokasikan dana pendampingan pada Rencana Anggaran Belanja Daerah yang disusunnya pada awal tahun anggaran khususnya untuk penyediaan perangkat Teknologi Informasi yang masih sangat minim dimiliki KKG.
    7. Program BERMUTU hendaknya memberikan rentang waktu pelaksanaan kegiatan yang agak panjang sehingga tidak terlalu sering dilaksanakan yang pada akhirnya berkesan mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar karena siswa sering tidak belajar di sekolah karena guru-gurunya akan melaksanakan kegiatan KKG.
    8. Hendaknya dialokasikan dana untuk transport dan konsumsi peserta, agar peserta KKG Program BERMUTU lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan secara aktif, kreatif dan inovatif.
    9. Peran Kepala UPTD, Pengawas, dan Kepala Sekolah agar lebih dominan terutama dalam memberikan dorongan dan memotivasi kepada guru dalam mengikuti kegiatan KKG Program BERMUTU, supaya Guru Peserta lebih antusias dalam mengikuti kegiatan.

    Demikian yang kami sampaikan pada bagian akhir laporan yang kami buat, semoga pihak LPMP dapat memfasilitasi kami guna menyampaikan ini kepada pihak Dirjen PMPTK Kemdiknas sebagai pengendali Program BERMUTU